Seperti Mendapatkan Unta Merah

Rasulullah SAW pernah memberikan kabar gembira betapa besarnya “nilai” hidayah, hingga satu orang saja yang berhasil didakwahi, itu lebih baik dari unta merah. Unta merah adalah harta yang paling tinggi dan dibanggakan bangsa Arab saat itu,tidak ada yang lebih berharga dari itu.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Siapa saja yang menunjukki orang lain pada kebaikan, bagi dirinya pahala yang serupa dengan orang yang melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim).

Hadits ini dijadikan dalil atas keutamaan berdakwah atau menyampaikan hidayah Islam kepada manusia oleh sebagian ulama. Hadits tersebut juga menunjukkan pentingnya mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu. ilmu yang diamalkan dan disebarluaskan merupakan salah satu amalan yang pahalanya akan terus mengalir  meski ia telah wafat. Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW , “Saat anak Adam meninggal, terputus segala (pahala) amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendoakan dirinya.”

(HR al-Bukhari dan Muslim).

Dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat perang Khoibar,

 

« لأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً يُفْتَحُ عَلَى يَدَيْهِ ، يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ، وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ » .فَبَاتَ النَّاسُ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَى فَغَدَوْا كُلُّهُمْ يَرْجُوهُ فَقَالَ « أَيْنَ عَلِىٌّ » . فَقِيلَ يَشْتَكِى عَيْنَيْهِ ، فَبَصَقَ فِى عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ ، فَبَرَأَ كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجَعٌ ، فَأَعْطَاهُ فَقَالَ أُقَاتِلُهُمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا . فَقَالَ « انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ ، فَوَاللَّهِ لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ »

 

“Sungguh akan diberikan bendera (yang biasa dibawa oleh pemimpin pasukan, -pen) besok pada orang yang akan didatangkan kemenangan melalui tangannya di mana ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, lalu Allah dan Rasul-Nya pun mencintai dirinya.” Lalu kemudian para sahabat bermalam dan mendiskusikan siapakah di antara mereka yang nanti akan diberi bendera tersebut. Tiba waktu pagi, mereka semua berharap-harap bisa mendapatkan benderaitu. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam malah bertanya, “Di mana ‘Ali?” Ada yang menjawab bahwa ‘Ali sedang sakit mata. (Lalu ‘Ali dibawa ke hadapan Nabi, -pen), lantas beliau mengusap kedua matanya dan mendo’akan kebaikan untuknya. Lantas ia pun sembuh seakan-akan tidak pernah sakit sebelumnya. Lantas bendera tersebut diberikan kepada ‘Alidan ia berkata, “Aku akan memerangi mereka hingga mereka bisa seperti kita.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jalanlah perlahan-lahan ke depan hinggakalian sampai di tengah-tengah mereka. Kemudian dakwahilah mereka pada Islam dan kabari mereka tentang perkara-perkara yang wajib. Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah pada seseorang lewat perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.”

(HR. Bukhari no. 3009 dan Muslim no. 2407).

Sehingga makna dari hadits tersebut diatas, diantaranya :

  1. Hidayah Allah itu tidak datang dengan sendirinya. Meski Hidayah itu pasti datangnya dari Allah, tapi kontribusi kita dalam menyeru mengajak saudara kita menuju kebaikan dan menjadi jalan hidayah baginya adalah sebuah hal yang istimewa dihadapan Allah SWT.
  2. Hadits ini bermakna betapa pentingnya dakwah. Saling menyeru kepada kebaikan dan bersama-sama dijalan Allah, serta adanya generasi penerus yang akan ikut serta dalam indahnya dakwah. Bagaimana jika generasi dakwah hanya sampai sahabat Nabi saja? Mungkin islam tidak akan sampai pada kita. Allah SWT mengatur itu semua. Kekuatan dakwah ini tentunya dengan campur tangan Allah SWT, dan bahkan dengan izin-Nya.
  3. Kebaikan berdakwah adalah lebih baik dari unta merah. Kata ‘lebih baik’ itu adalah janji Allah SWT kepada Nabi dan hamba-hambaNya yang benar-benar melakukan tugas dakwah.
  4. Pahala dakwah adalah pahala yang terbaik yang akan diberikan Allah kepada seorang muslim.
  5. Hadits ini pun berarti, seorang muslim seharusnya terus bersemangat, dan aktif menyeru kebaikan.
  6. Dakwah itu adalah tugas setiap pribadi muslim. Dan dakwah mengantarkan pada jaringan social yang luas. Dakwah adalah sebuah agenda besar semua muslim di dunia yang saling menyatukan tujuan dalam mencari keridhaan Allah SWT .

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top